Langsung ke konten utama

One Step Closer - Menuju Blogger Profesional


Menurut wikipedia, blog adalah singkatan dari web log, yaitu sebuah aplikasi web yang berbentuk tulisan - tulisan yang dimuat sebagai posting. Blog bukan lagi hal yang baru, namun tetap banyak memiliki pengguna setia hingga saat ini. Pengguna blog biasa disebut dengan blogger. Diantara para blogger ini, ada sebagian orang yang menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan, biasanya melalui iklan, sehingga muncullah istilah blogger profesional atau problogger.

Workshop Rumbel Menulis "Menuju Blogger Profesional"
Hari Sabtu, 3 Agustus 2019, rumah belajar menulis IP-Batam mengadakan workshop bertajuk "Menuju Blogger Profesional", dengan pembicara seorang blogger profesional yang juga ketua komunitas blogger Kepri yaitu teh Lina W. Sasmita. Workshop ini adalah lanjutan dari acara rumbel menulis sebelumnya (Baca : One Step Closer - Pra Workshop Blogging Rumbel Menulis IP - Batam). Kegiatan yang diagendakan berlangsung dari pukul 10.00-12.00 WIB ini diadakan di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam yang berlokasi di perumahan KDA, Batam Center.

Acara dimulai dengan berdoa bersama dan membaca ayat Al-Quran, kemudian dilanjutkan oleh teh Lina. Teh Lina adalah seorang travel blogger aktif yang punya hobi mendaki gunung. Cerita perjalanan menulis teteh yang satu ini membuat saya terkagum-kagum. Lebih dari 10 tahun menulis dengan konsisten bukanlah hal yang mudah. Disebutkan dalam blognya sudah ada sekitar 500 posting. Banyak sekali ya. Ditambah dengan pengalaman-pengalamannya menjuarai berbagai ajang perlombaan dan menulis buku-buku membuat saya semakin terpesona. Ingin sekali saya menjadi seperti beliau.

Teh Lina menjelaskan materi

Setelah bercerita tentang pengalaman pribadinya, akhirnya kami masuk pada sesi materi. Terlebih dahulu dijelaskan, sebelum menulis blog, sebaiknya kita memahami mau kita fungsikan sebagai apa blog kita nantinya. Blog bisa berfungsi sebagai tempat curhat, merekam perjalanan hidup, sarana melatih daya ingat, tempat berjualan, wadah untuk menampung iklan, berbagi pengetahuan dan lain sebagainya. Dengan mengetahui tujuan kita ini, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengelola blog tersebut. Perlu diperhatikan juga bahwa blog harus digunakan untuk hal yang baik bukan untuk mengumbar aib diri sendiri dan orang lain.

Para ibu yang fokus menyimak materi


Penjelasan berlanjut tentang perbedaan antara blog dengan website. Dijelaskan bahwa blog lebih bersifat personal, sedangkan website bersifat general dan lebih diperuntukkan untuk kepentingan orang banyak. Selanjutnya kami masuk dalam materi pokok. Materi yang disampaikan hari itu mencakup 4 point penting, yaitu layout blog sederhana, top level domain, domain authority dan page authority (DA/PA), serta monetize blog.
Layout blog sederhana
Layouting blog sederhana dimulai dengan pemilihan template, background, header, font dan lain sebagainya. Dilanjutkan dengan mengisi profil dan about me. Informasi seperti alamat email dan kontak yang bisa dihubungi sebaiknya tercantum disini. Yang terakhir adalah menambahkan gadget. Bisa berupa follower, label dan masih banyak lagi.

Top Level Domain (TLD)
Top level domain adalah segmen terakhir dari nama domain atau biasa kita kenal sebagai akhiran pada sebuah domain. Contohnya seperti .com , .net , .org dan lain sebagainya. Top level domain dapat membantu kita mengidentifikasi suatu website, seperti jenis usaha, asal negara dan unsur-unsur lainnya. Top level domain inilah yang banyak diincar oleh para pemberi iklan. Jadi, jika ingin menjadi blogger profesional sebaiknya memang upgrade menjadi top level domain.

Domain Authority dan Page Authority (DA/PA)
Domain Authority (DA) adalah angka matrik antara 1-100  yg dikembangkan oleh MOZ. Angka ini menunjukkan seberapa populer blog tersebut dalam mesin pencari. Semakin tinggi angka menunjukkan kalau blog tersebut semakin populer. Ada beberapa cara untuk meningkatkan nilai DA pada blog kita, antara lain dengan konsisten menulis dan melakukan blogwalking atau meninggalkan komentar di blog lain, terutama yang nilai DA nya lebih tinggi.

Hampir sama dengan DA, Page Authority (PA) juga merupakan angka matrik 1-100 yang dikembangkan oleh MOZ. Bedanya PA ini menunjukkan tingkat kepopuleran sebuah halaman atau postingan pada suatu blog dalam mesin pencari. Untuk meningkatkan nilai PA bisa dilakukan dengan menulis postingan lebih dari 1000 kata dan memuat tema spesifik yang jarang ditulis orang.

Nilai DA/PA ini sendiri hanya bisa dicek untuk blog yang sudah upgrade ke Top Level Domain, sedangkan untuk blog yang bersifat gratis belum bisa dicek karena nilainya masih mengikuti domain induk yang kita gunakan seperti blogspot atau wordpres.
Monetize blog
Monetize blog adalah cara menjadikan blog sebagai sumber penghasilan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain dengan adsense, pengajuan banner iklan, content placement, review, partnership atau affiliate dan lain sebagainya. Hal ini yang menjadikan seorang blogger menjadi profesional seperti teh Lina. Tidak perlu ditanya lagi seberapa banyak iklan, review dan content placement yang telah teh Lina terima. Cerita pengalamannya benar-benar membuat saya tergoda.

Tanpa terasa waktu 2 jam yang disediakan telah berlalu. Seperti merasakan cinta lama yang bersemi kembali, kecintaan saya pada dunia tulis mulai bangkit lagi. Semoga setelah acara ini saya bisa lebih konsisten dan produktif dalam menulis, serta bisa menebar kebaikan lewat tulisan saya.

Ibuk Desy bersama teh Lina


Cerita
di Balik Layar
Dibalik cerita suksesnya workshop tadi, banyak hal seru yang terjadi. Mulai dari kehebohan memasang spanduk, pembicara yang datang ketika peserta baru segelintir, speaker dan mikrofon yang kabelnya tidak lengkap, proyektor yang datang terlambat hingga anak-anak yang berlarian kesana kemari. Memang acara Ibu Profesional tidak pernah sepi dari tawa dan tangis dari para suporter kecil ini. Ibu dan anak itu memang sudah menjadi satu paket utuh. Namun hari itu saya datang seorang diri, karena anak saya lebih memilih ikut papanya bekerja daripada ikut dengan saya.

Tetap fokus sambil mendampingi anak


Di tengah kericuhan itu, para ibu yg berjumlah 19 orang tetap berusaha fokus memperhatikan materi yang disampaikan, sambil sesekali meladeni anak-anaknya yang minta ditemani bermain atau sekedar diambilkan makanan dan minuman. Untunglah ibuk Desy membawa mainan lego, sehingga bisa mengalihkan fokus mereka, walaupun tetap saja ada yang berseliweran kesana kemari. Namanya juga anak - anak.

Ibu belajar, anak bermain


Setelah acara usai, seperti biasa kami menikmati aneka jajanan dan minuman yang dibawa oleh para peserta. Hari itu makanan cukup banyak hingga ditawar-tawarkan untuk dibawa pulang. Saya langsung mengambil sawut buatan mbak Evi yang dari awal memang sudah menjadi incaran saya 😁

Potlucknya melimpah


Senang sekali bisa mengikuti workshop hari itu. Terima kasih kepada Ibuk Desy dan semua teman-teman yang telah mensukseskan acara ini. Semoga kita semua bisa berjalan bersama-sama menjadi blogger profesional 😊

Para Peserta Workshop

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih "Be with You" sebagai "Menu Berbuka"

Annyeong!
Ini adalah blog baruku. Dibuat dalam rangka mengikuti tantangan menulis dengan judul "Challenge 30 Topik Seputar Koriya" yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. WAG ini adalah "anak" dari Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Sebetulnya tidak ada hubungannya dengan KLIP sih. Hanya saja sekarang ini anggotanya kebanyakan (atau semua) berasal dari peserta KLIP yang suka dengan hal-hal berbau Korea. Mulai dari drama, film, K-Pop hingga kebudayaan.
Kenapa blog baru? Karena blog lama sudah didedikasikan untuk tulisan yang berhubungan dengan travelling saja (Blog lama bisa dilihat disini). Jadi merasa kurang "pas" jika diselingi tulisan tentang per-korea-an. Nantinya blog ini akan berisi bermacam tulisan. Apapun! Tulisan lama saya di blog terdahulu yang tidak ada kaitannya dengan travelling juga akan dipindahkan ke sini. Baiklah begitu saja pembukaannya. Lanjut ke inti tulisan dulu. 😁
Tulisan pertama di blog baru ini dibuat demi memenuhi topik teratas d…

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman.
Topik minggu ini adalah "Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya.
OPPA FAVORIT
Oppa, se…

"Tempat" Menonton Drama Korea dari Masa ke Masa

Setelah sebelumnya membahas awal cerita jatuh cinta dengan drama korea, akhir minggu ini kita masuk topik ke-3 dari challenge yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. Topik yang diangkat kali ini adalah "Biasa nonton drakor dimana?"
Baca juga : Kenapa Jatuh Cinta dengan Drama Korea?
Jadi dimana biasanya saya menonton drama korea? Kebiasaan menonton saya dari awal hingga saat ini secara garis besar terbagi menjadi tiga fase.
Fase 1 : Masa SMP hingga SMA (2000-2006)Masa ini adalah masa dimana pengguna internet belum sebanyak sekarang. Rata-rata ponsel pun belum bisa mengakses internet. Ini adalah masa kejayaan siaran televisi serta VCD dan DVD. Maka dari televisi lah saya mengenal drama korea untuk pertama kalinya. Hampir semua drama korea yang ditayangkan di televisi saya tonton. Asalkan jam tayangnya sore hari, di jam saya pulang sekolah. Namun terkadang saya harus merelakan tertinggal beberapa episode jika ada pelajaran tambahan atau les.
Sepertinya zaman itu belum banyak juga ya…