Langsung ke konten utama

One Step Closer - Pra Workshop Blogging Rumbel Menulis IP - Batam



Menulis ada hobi yang sudah saya lakukan sejak lama. Berawal dari mencurahkan isi hati dalam diary, membuat puisi, hingga menulis cerpen. Dulu, semua ide dan isi kepala saya tuangkan dalam lembar - lembar kertas, karena belum ada media online seperti sekarang ini.

Awal menulis di media online adalah ketika saya berkenalan dengan website yang bernama Multiply. Di sana saya mulai menuliskan karya - karya saya, yang lebih banyak berupa puisi. Sekitar tahun 2011 mulailah saya mengenal blog dan membuat sebuah blog pada platform blogspot, namun setelahnya tidak terurus dan baru menelurkan sebuah tulisan pada tahun 2013. Lama sekali ya 😁

Setelah bergabung dengan IP - Batam, saya mendapat informasi bahwa ada Rumbel Menulis (Rumbel adalah singkatan dari rumah belajar), dan tentu saja saya sangat tertarik untuk bergabung. Ternyata saya tidak salah langkah , beberapa saat setelah bergabung, tercetuslah ide dari ibu koordinator untuk mengadakan workshop tentang blogging, semakin bersemangatlah saya. Teringat milestone yang saya tulis pada NHW #4 ( NHW adalah singkatan dari Nice Homework, tugas yang saya dapatkan pada kelas Matrikulasi IIP) bahwa pada KM 0 - KM 3 saya akan belajar tentang blogging. Saya merasa Allah telah membuat alam semesta berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi saya. Aamiin…

Kopdar Rumbel Menulis - Pra Workshop Blogging

Setelah beberapa kali reschedule, akhirnya pada tanggal 13 Juli 2019 diadakanlah kopdar rumbel menulis, yang sekaligus sebagai pra workshop blogging yang akan diadakan pada awal bulan agustus mendatang. Kopdar kali ini bertempat di rumah koordinator rumbel menulis yaitu ibuk Desy Oktafia. Agenda utama pada pra workshop kali ini adalah membuat blog bagi yang sebelumnya belum memiliki blog, namun banyak juga anggota yang telah memiliki blog tetap hadir meramaikan suasana dan berbagi ilmunya.

Kopdar Rumbel Menulis IP - Batam

Hari itu kami banyak belajar tentang blog, terutama bagaimana membuat blog pada platform blogspot. Mengapa menggunakan blogspot? Karena lebih mudah. Cukup dengan akun gmail, kita sudah bisa membuat sebuah blog baru secara gratis. Sebenarnya ada platform lain yang juga bisa digunakan untuk membuat blog secara gratis, yaitu wordpres. Akan tetapi dijelaskan oleh para "senior", jika menggunakan wordpres, kita harus membeli hosting ketika ingin memiliki domain sendiri, sedangkan untuk blogspot tidak perlu, karena sudah disediakan oleh google.

Semua Murid, Semua Guru

Saya yang sudah 3 tahun meninggalkan dunia blogging, merasa seperti belajar dari awal lagi, bahkan sempat lupa password dan harus membuat password baru. Padahal saya sudah menggantinya beberapa minggu yang lalu, tapi ternyata ingatan saya sudah menua. Selain lupa password, saya juga lupa bagaimana cara mengganti label, untungnya mbak desy di tengah kesibukannya membimbing anggota lain membuat blog baru, bisa menjelaskan kepada saya dengan singkat dan jelas.

Dari pertemuan hari itu banyak sekali yang saya pelajari, tentang mengatur jadwal tayang tulisan, mini description, kata kunci, niche, da / pa, domain, hosting, pemasangan iklan, endorse tulisan dan lain sebagainya. Saya yang selama ini hanya menggunakan blog untuk sekedar menulis merasa takjub mendengarkan percakapan mereka. Apa sih ini, apa sih itu, yang membuat saya semakin penasaran untuk belajar lebih jauh lagi tentang blog.

Diskusi Seru Sambil Ngemil

Banyak teman - teman yang tertarik bagaimana cara mengupgrade domain, termasuk saya. Selama ini saya hanya tahu bahwa itu berbayar, namun bagaimana prosesnya saya tidak mengerti. Ibuk Desy dengan tanggap menjelaskan bahwa jika ingin upgrade domain, kita harus menghubungi pihak ketiga yang menjual domain, nanti akan dibimbing oleh mereka bagaimana tahapan - tahapannya. Ternyata semudah itu. Alamat domain yang sudah kita miliki nantinya harus dibayar setiap tahun, kalau tidak bisa hangus dan diambil orang lain. Namun pesan teman - teman yang lebih senior, yang terpenting adalah belajar konsisten untuk menulis terlebih dahulu, juga belajar membuat tulisan yang berbobot. Sayang jika sudah membeli domain tapi malas mengisi.

Selain pembahasan tentang domain, pembahasan tentang niche juga cukup ramai. Ibuk Desy menjelaskan bahwa niche itu semacam tema dasar yang ingin kita angkat dalam blog kita, seperti parenting, travelling, cooking, fashion dan lain sebagainya. Sebaiknya blog memang fokus pada satu tema. Hal ini membuat saya berfikir tema apa yang akan saya fokuskan pada blog ini. Awal saya membuat blog ini, saya ingin membahas tentang travelling, dan sepertinya akan tetap saya fokuskan disana. Saya senang membahas tempat - tempat wisata, kuliner, hotel dan hal - hal yang berhubungan dengan perjalanan. Semoga nantinya bisa lebih konsisten lagi menuangkan kisah perjalanan saya 😄

Para Peserta yang Hadir

Seru sekali belajar dan berdiskusi dengan teman - teman rumbel menulis ini. Banyak ilmu yang saya dapatkan. Saya sampai tidak banyak berkata - kata. Hanya terdiam mendengarkan mereka sambil mengunyah potluck yang dibawa oleh teman - teman. Perut dan otak sama - sama mendapatkan nutrisi. Semoga keseruan ini terus berlanjut. Terima kasih untuk semuanya. Sampai jumpa di workshop nanti 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih "Be with You" sebagai "Menu Berbuka"

Annyeong!
Ini adalah blog baruku. Dibuat dalam rangka mengikuti tantangan menulis dengan judul "Challenge 30 Topik Seputar Koriya" yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. WAG ini adalah "anak" dari Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Sebetulnya tidak ada hubungannya dengan KLIP sih. Hanya saja sekarang ini anggotanya kebanyakan (atau semua) berasal dari peserta KLIP yang suka dengan hal-hal berbau Korea. Mulai dari drama, film, K-Pop hingga kebudayaan.
Kenapa blog baru? Karena blog lama sudah didedikasikan untuk tulisan yang berhubungan dengan travelling saja (Blog lama bisa dilihat disini). Jadi merasa kurang "pas" jika diselingi tulisan tentang per-korea-an. Nantinya blog ini akan berisi bermacam tulisan. Apapun! Tulisan lama saya di blog terdahulu yang tidak ada kaitannya dengan travelling juga akan dipindahkan ke sini. Baiklah begitu saja pembukaannya. Lanjut ke inti tulisan dulu. 😁
Tulisan pertama di blog baru ini dibuat demi memenuhi topik teratas d…

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman.
Topik minggu ini adalah "Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya.
OPPA FAVORIT
Oppa, se…

"Tempat" Menonton Drama Korea dari Masa ke Masa

Setelah sebelumnya membahas awal cerita jatuh cinta dengan drama korea, akhir minggu ini kita masuk topik ke-3 dari challenge yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. Topik yang diangkat kali ini adalah "Biasa nonton drakor dimana?"
Baca juga : Kenapa Jatuh Cinta dengan Drama Korea?
Jadi dimana biasanya saya menonton drama korea? Kebiasaan menonton saya dari awal hingga saat ini secara garis besar terbagi menjadi tiga fase.
Fase 1 : Masa SMP hingga SMA (2000-2006)Masa ini adalah masa dimana pengguna internet belum sebanyak sekarang. Rata-rata ponsel pun belum bisa mengakses internet. Ini adalah masa kejayaan siaran televisi serta VCD dan DVD. Maka dari televisi lah saya mengenal drama korea untuk pertama kalinya. Hampir semua drama korea yang ditayangkan di televisi saya tonton. Asalkan jam tayangnya sore hari, di jam saya pulang sekolah. Namun terkadang saya harus merelakan tertinggal beberapa episode jika ada pelajaran tambahan atau les.
Sepertinya zaman itu belum banyak juga ya…