Langsung ke konten utama

5 Hal yang Membuat Saya Bahagia

"Ibu muda yang suka membaca, menulis, menonton, makan, dan jalan-jalan."


Kalimat itu adalah kalimat yang saya tulis bio instagram saya, deskripsi sederhana tentang diri saya. Tentang hal-hal yang saya suka. Hal-hal yang secara instan bisa membuat saya bahagia.


Membaca

Membaca adalah hobi saya yang pertama dan utama. Sejak kecil saya senang membaca apa saja, namun tentu saja yang paling saya gemari adalah cerita fiksi, terutama yang bergenre fantasi. Dulu saat SD favorit saya adalah cerita rakyat, legenda dan sejenisnya. Mungkin dari sana kecintaan saya pada genre fantasi mulai bertumbuh. Lalu dilanjutkan oleh komik anak-anak yang sebagian besar juga bergenre fantasi. Saat remaja, genre romance juga menjadi salah satu favorit saya, meskipun saya juga tetap menikmati genre lainnya.


Baca juga : Dari Ketiga Buku Dewi Lestari Ini, Mana Favorit Kalian?


Menulis

Menulis adalah salah satu hobi saya sejak kecil. Meskipun tulisan tangan saya dan apa yang saya tulis tidak sebagus sahabat-sahabat saya selama ini, tapi saya tetap cinta dengan aktivitas saya yang satu ini. Tentang menulis ini sebetulnya sudah sering saya bahas. Salah satunya di tulisan saya yang berjudul "One Step Closer - Pra Workshop Blogging Rumbel Menulis IP - Batam".


Dulu kesukaan saya adalah menulis puisi dan cerita pendek. Saya selalu ingin mengirimkan hasil karya ke majalah-majalah tapi tidak percaya diri. Saat ini saya senang menuliskan tentang wisata, kuliner, dan akhir-akhir ini tentang drama Korea. Saya selalu senang bisa menuliskan apa yang ada dipikiran.


Baca juga : Hujan, Kenangan, dan Imajinasi


Menonton

Menonton bagi anak-anak yang besar di tahun 90-an adalah semacam rutinitas harian. Bahkan saat weekend saya biasa maraton film kartun dari pagi hingga sore. Saya bangun paling pagi, mandi, dan nongkrong di depan televisi, bahkan sebelum ibu saya bangun. Rasanya dari jam 5 atau 6 pagi sudah ada kartun yang ditayangkan. 


Namun tidak hanya kartun yang saya tonton, rasanya segala tayangan yang ada di televisi kerap saya tonton di waktu senggang, kecuali tayangan horor dan berita. Bagi saya saat itu, tayangan berita adalah tayangan yang sangat membosankan. Saya bingung kenapa orang tua senang sekali menonton tayangan berita dan sinetron.


Menginjak usia 25 tahun saya baru menyadari apa yang mereka rasakan. Saat itu, kala senggang dan merasa tidak ada tontonan yang seru, saya akan mencari tayangan berita, kecuali berita kriminal. Mengetahui apa yang terjadi di sekitar saya terasa lebih menarik daripada menonton acara-acara "alay" yang ditayangkan di banyak stasiun televisi. Bahkan saya yang dulu doyan menonton gosip artis mulai merasa acara seperti itu sangat tidak penting. Lalu semakin tua saya juga mulai meninggalkan tayangan-tayangan lain dan keranjingan menonton "sinetron" Korea Selatan. Mungkin begini rasanya jadi ibu saya, atau nenek saya.


Untuk genre tontonan, sama seperti bacaan, saya menyukai genre fantasi. Dulu juga penggemar romance apalagi melodrama. Namun semakin menua, saya tak lagi menikmati genre romance yang tidak dipadukan dengan genre lain, bahkan romance-comedy pun mulai saya tinggalkan.


Baca juga : Drakor Fantasi Selalu di Hati


Makan

Siapa yang tidak suka makan enak? Pasti semua orang suka makan enak. Makanan enak bisa meningkatkan kebahagiaan. Apalagi bagi saya, si pemakan segala kecuali makanan pedas sekali. Dulu saat remaja, ketika stres saya akan banyak makan. Semakin stres semakin naik berat badan. Namun menginjak masa kuliah dan bekerja terjadi sebaliknya. Saat stres saya malas makan, akhirnya berat badan saya turun drastis. Bahkan sampai menyentuh angka 37 kg saat lulus kuliah. Sekarang kembali ke kebiasaan awal, saya makan ketika mood sedang tidak baik. Alhasil, berat badan saya kembali melonjak.


Saya senang mencoba makanan-makanan baru, terutama saat mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Makanan khas adalah salah satu hal yang akan saya buru. Rasanya senang ketika menemukan sensasi baru yang ternyata cocok di lidah saya. Untungnya lidah saya sekarang mudah cocok dan tidak banyak pilih-pilih seperti dulu. Asal mengunyah makanan enak, saya bahagia.


Baca juga : Berburu Seafood sampai ke Ujung Pulau


Namun ada yang saya ratapi dari aktivitas kuliner ini, yaitu tidak bisa lagi menikmati kopi dan coklat dengan bebas. Padahal keduanya adalah favorit saya. Tubuh saya tidak lagi bersahabat dengan kedua bahan itu, bahkan cenderung melakukan penolakan. Akhirnya saya harus kuat menahan diri dan merelakan cinta yang tidak mungkin bersatu lagi itu.


Jalan-jalan

Kegiatan yang satu ini saya yakin juga banyak digemari oleh banyak orang di luar sana. Begitu juga dengan saya. Saya senang sekali jalan-jalan. Jalan-jalan kemana saja. Tidak harus tempat spesial. Ke pasar pun sudah menjadi hiburan yang menyenangkan bagi saya. Melihat langit biru, berada di keramaian, menikmati kesunyian ditemani keindahan alam, apapun  itu, semua terasa menyenangkan. Asal kaki saya melangkah, saya sudah bahagia.


Baca juga : Keliling Dunia dalam Sehari


5 hal itu adalah hal-hal yang paling membuat saya bahagia. Bagaimana dengan kalian? apa yang paling membuat kalian bahagia?


#RumbelMenulisIPBatam #RulisKompakan

#KomunitasIPBatam


Komentar

  1. Yang membuat bahagia ? Pak Su pulang sambil nenteng tanaman mbaakk🤭🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl aku nenteng makanan. kan doyannya makan hahahaha

      Hapus
  2. Kurang lebih samaaa 🤭 tp ditambah satu lagi, nongki2 sm temen2 jg salah satu yg bkin happy bgt..😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nongki-nongki ini masuk dalam kategori jalan-jalan juga kayanya y. bisa jadi makan-makan juga hahahaha

      Hapus
  3. Mirip mirip sukanyaaa..wkwkwk..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih "Be with You" sebagai "Menu Berbuka"

Annyeong!
Ini adalah blog baruku. Dibuat dalam rangka mengikuti tantangan menulis dengan judul "Challenge 30 Topik Seputar Koriya" yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. WAG ini adalah "anak" dari Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Sebetulnya tidak ada hubungannya dengan KLIP sih. Hanya saja sekarang ini anggotanya kebanyakan (atau semua) berasal dari peserta KLIP yang suka dengan hal-hal berbau Korea. Mulai dari drama, film, K-Pop hingga kebudayaan.
Kenapa blog baru? Karena blog lama sudah didedikasikan untuk tulisan yang berhubungan dengan travelling saja (Blog lama bisa dilihat disini). Jadi merasa kurang "pas" jika diselingi tulisan tentang per-korea-an. Nantinya blog ini akan berisi bermacam tulisan. Apapun! Tulisan lama saya di blog terdahulu yang tidak ada kaitannya dengan travelling juga akan dipindahkan ke sini. Baiklah begitu saja pembukaannya. Lanjut ke inti tulisan dulu. 😁
Tulisan pertama di blog baru ini dibuat demi memenuhi topik teratas d…

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman.
Topik minggu ini adalah "Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya.
OPPA FAVORIT
Oppa, se…

"Tempat" Menonton Drama Korea dari Masa ke Masa

Setelah sebelumnya membahas awal cerita jatuh cinta dengan drama korea, akhir minggu ini kita masuk topik ke-3 dari challenge yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. Topik yang diangkat kali ini adalah "Biasa nonton drakor dimana?"
Baca juga : Kenapa Jatuh Cinta dengan Drama Korea?
Jadi dimana biasanya saya menonton drama korea? Kebiasaan menonton saya dari awal hingga saat ini secara garis besar terbagi menjadi tiga fase.
Fase 1 : Masa SMP hingga SMA (2000-2006)Masa ini adalah masa dimana pengguna internet belum sebanyak sekarang. Rata-rata ponsel pun belum bisa mengakses internet. Ini adalah masa kejayaan siaran televisi serta VCD dan DVD. Maka dari televisi lah saya mengenal drama korea untuk pertama kalinya. Hampir semua drama korea yang ditayangkan di televisi saya tonton. Asalkan jam tayangnya sore hari, di jam saya pulang sekolah. Namun terkadang saya harus merelakan tertinggal beberapa episode jika ada pelajaran tambahan atau les.
Sepertinya zaman itu belum banyak juga ya…