Langsung ke konten utama

Review Drama Korea Extraordinary You


Hari ini saya baru saja selesai menonton sebuah drama Korea yang berjudul Extraordinary You (2019), yang diangkat dari sebuah webtoon dengan judul July Found by Chance. Drama bergenre romance-fantasy ini terdiri dari 32 episode, dan setiap episodenya berdurasi sekitar 30 menit, jadi setara dengan drama 16 episode.


Drama ini diperankan oleh Kim Hye Yoon, yang saya kenal pertama kali di drama Sky Castle (2018), sebagai Eun Dan Oh. Eun Dan Oh adalah seorang siswa di sebuah SMA elit, yang menderita penyakit jantung semenjak kecil. Dia bertunangan dengan teman sekelasnya, Baek Kyung, yang diperankan oleh Lee Jae Wook. Pada suatu hari, Dan Oh menyadari ada yang aneh dalam hidupnya. Dia tiba-tiba berpindah-pindah lokasi di luar kendalinya. Keanehan itu membawanya pada sebuah fakta bahwa dirinya, dan semua orang yang ada disekitarnya, adalah tokoh dalam sebuah komik romance remaja berjudul "Secret".


Awalnya dia berpikir bahwa dirinya adalah tokoh utama dalam drama tersebut. Namun kenyataan menghantamnya dengan fakta lain. Ternyata dia hanya seorang tokoh tambahan yang keberadaanya hanya sebagai pendukung kisah cinta Yeo Joo Da (Lee Na Eun) dan Oh Nam Joo (Kim Young Dae), teman sekelasnya. Fakta bahwa dia hanya seorang tokoh pendukung berpenyakit jantung yang selalu mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari tunangannya membuatnya kecewa, marah, dan tidak puas. Dia bertekad akan merubah "takdir" yang dituliskan oleh penulis komik tersebut. 


Saat itulah muncul tokoh baru yang tiba-tiba muncul dan membuat adegan yang telah dirancang penulis berubah. Dari sinilah Dan Oh mendapat secercah harapan. Dia berusaha keras menemukan siapa tokoh tersebut. Ternyata tokoh tersebut adalah seorang siswa laki-laki di kelasnya yang tidak memiliki identitas. Dan Oh terus mendekatinya dan meminta tolong padanya untuk membantunya merubah adegan-adegan selanjutnya. Usaha Dan Oh untuk merubah takdirnya membuat mereka menjadi dekat, bahkan Dan Oh memberi nama pada siswa itu. Haru (Rowoon), begitulah nama yang diberikan untuknya. Kedekatan itu membawa mereka pada fakta-fakta yang lebih mengejutkan.


Sesungguhnya drama ini menarik. Ceritanya unik. Tidak ada tokoh yang benar-benar jahat dan tidak ada yang benar-benar baik. Semua terasa samar, Malah saya pribadi menilai semua tokoh dalam drama ini baik. Namun entah kenapa saya kurang suka dengan kisah cinta kedua tokoh utama, Dan Oh dan Haru. Di sini saya lebih mendukung Dan Oh bersama dengan Kyung daripada dengan Haru. Meskipun awalnya saya tidak suka Kyung yang selalu bersikap kasar kepada Dan Oh. Namun itu terjadi bukan atas kehendak Kyung. Semua itu adalah hasil karya sang penulis yang membuat hubungan Dan Oh dan Kyung menjadi seperti itu. Setelah tahu perasaan Kyung yang sebenarnya, saya menjadi simpati padanya.


Baru sekali ini saya menonton drama dan merasa tidak bahagia melihat kedua tokoh utamanya bersatu. Bahkan saya tidak merasa simpati sedikit pun pada kedua tokoh utama itu. Saat mereka berdua menangis saya malah merasa sebal. Saya juga merasa bosan di pertengahan karena konflik yang terasa diulur-ulur. Namun secara keseluruhan drama ini layak ditonton. Terutama bagi kalian yang menyukai genre fantasi.

Komentar

  1. setujuuuu, akupun tak bahagia ketika endingnya tokoh utama bersama. agak-agak dipaksakan ! ah namanya juga drama ya, hehehhe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.. aku setujunya tamat aja di episode 29 waktu di Dan Oh hilang ingatan itu 🤭

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih "Be with You" sebagai "Menu Berbuka"

Annyeong!
Ini adalah blog baruku. Dibuat dalam rangka mengikuti tantangan menulis dengan judul "Challenge 30 Topik Seputar Koriya" yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. WAG ini adalah "anak" dari Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Sebetulnya tidak ada hubungannya dengan KLIP sih. Hanya saja sekarang ini anggotanya kebanyakan (atau semua) berasal dari peserta KLIP yang suka dengan hal-hal berbau Korea. Mulai dari drama, film, K-Pop hingga kebudayaan.
Kenapa blog baru? Karena blog lama sudah didedikasikan untuk tulisan yang berhubungan dengan travelling saja (Blog lama bisa dilihat disini). Jadi merasa kurang "pas" jika diselingi tulisan tentang per-korea-an. Nantinya blog ini akan berisi bermacam tulisan. Apapun! Tulisan lama saya di blog terdahulu yang tidak ada kaitannya dengan travelling juga akan dipindahkan ke sini. Baiklah begitu saja pembukaannya. Lanjut ke inti tulisan dulu. 😁
Tulisan pertama di blog baru ini dibuat demi memenuhi topik teratas d…

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman.
Topik minggu ini adalah "Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya.
OPPA FAVORIT
Oppa, se…

"Tempat" Menonton Drama Korea dari Masa ke Masa

Setelah sebelumnya membahas awal cerita jatuh cinta dengan drama korea, akhir minggu ini kita masuk topik ke-3 dari challenge yang diadakan WAG Drakor dan Literasi. Topik yang diangkat kali ini adalah "Biasa nonton drakor dimana?"
Baca juga : Kenapa Jatuh Cinta dengan Drama Korea?
Jadi dimana biasanya saya menonton drama korea? Kebiasaan menonton saya dari awal hingga saat ini secara garis besar terbagi menjadi tiga fase.
Fase 1 : Masa SMP hingga SMA (2000-2006)Masa ini adalah masa dimana pengguna internet belum sebanyak sekarang. Rata-rata ponsel pun belum bisa mengakses internet. Ini adalah masa kejayaan siaran televisi serta VCD dan DVD. Maka dari televisi lah saya mengenal drama korea untuk pertama kalinya. Hampir semua drama korea yang ditayangkan di televisi saya tonton. Asalkan jam tayangnya sore hari, di jam saya pulang sekolah. Namun terkadang saya harus merelakan tertinggal beberapa episode jika ada pelajaran tambahan atau les.
Sepertinya zaman itu belum banyak juga ya…