Langsung ke konten utama

Tantangan Zona 2 Bunda Sayang (Hari 6)

 ☘️ Temuanku

Target hari ini fokus pada melatih melepas dan memakai pakaian sendiri.


☘️ Strong why


Ingin anak terlatih untuk lebih mandiri


☘️ Strategi untuk melatih kemandirian


Meminta untuk melepas celana sendiri sebelum mandi karena sudah bisa. Untuk baju masih saya bantu. Lalu saya ingatkan untuk menyimpannya di tempat baju kotor.


Setelah mandi saya memintanya memakai baju sendiri. Saya biarkan dia memilih baju yang ingin dipakai.


☘️ Sukses apa aku hari ini


Anak mau melepas pakaian sendiri. Untuk celana berhasil sendiri. Tapi untuk baju masih saya bantu mengarahkan tangannya. Karena melepas kaos, apalagi dengan kancing di bahu memang masih butuh bantuan. Tapi setidaknya dia mau mencoba.


☘️ Tantanganku hari ini


Anak menolak memakai baju sendiri. Saya sudah meminta untuk memakai celana dalam sendiri, sedang bajunya saya pakaikan. Tapi dia tetap tidak mau. 


Saya membantunya memakai baju saja, lalu saya biarkan dia tidak memakai celana. Saya berharap dengan pembiaran dia mau memakainya sendiri. Ternyata dia malah menangis. Lalu tidak lama dia tidur, dalam posisi belum memakai celana. Akhirnya saya pakaikan dalam keadaan dia tidur. Tampaknya penolakan tadi karena dia mengantuk.


☘️ Ingin sukses apa esok hari


Anak bisa mandiri makan dan melepas serta memakai baju.


☘️ Rasaku hari ini


Senang saat berhasil dan sedikit marah dan kecewa ketika gagal. Namun ketika tahu penolakan tersebut karena dia mengantuk, saya jadi merasa bersalah.


☘️ Respon ananda


Bersemangat saat diminta melepas baju sendiri, namun tantrum saat diminta memakai baju sendiri.


Karena prakteknya berkaitan dengan melepas pasang pakaian, saya tidak membuat dokumentasi untuk kegiatan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman. Topik minggu ini adalah " Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit ". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya. OPPA FAVORIT Opp...

Sudahkah Anda Menonton Proposal Daisakusen (2007)?

Jika berbicara tentang drama asia, sebagian besar orang akan teringat pada drama Korea yang beberapa tahun terakhir sedang berjaya. Padahal sebelum drama Korea booming , drama Jepang dan Cina/Taiwan telah dikenal lebih dahulu, khususnya di Indonesia. Setelah ketiga negara itu, drama Thailand pun mulai dikenal oleh para pecinta drama. Baca juga : Efek Samping Menonton Drama Korea Hal unik dari negara-negara ini adalah sering mengadaptasi film atau drama dari manga, manhwa dan sejenisnya, lalu ketika salah satu negara sudah membuat adaptasinya dan sukses, negara lain akan me- remake -nya. Sebut saja drama Taiwan Meteor Garden (2001), yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Setelah Meteor Garden sukses, muncullah versi-versi dari negara lain seperti Hana Yori Dango (2005) di Jepang, Boys Over Flower (2009) di Korea, dan Meteor Shower (2009) di Cina. Indonesia pun juga mendaur ulang drama ini sebanyak dua kali dengan judul Siapa Takut Jatuh Cinta. Pertama di tahun 2002 ...

Jenis Drama Korea yang Bikin "Ilfil"

Awal minggu ini masuk ke topik ke-6 tantangan WAG Drakor dan Literasi, yaitu "Drama korea yang enggan ditonton". Seperti yang sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya, saya senang menonton tayangan bergenre apapun, kecuali horor, sadis dan mengandung banyak darah. Ketiga hal itu yang paling tidak bisa saya hadapi baik dalam tontonan maupun bacaan. Drama bergenre horor adalah yang paling pertama dan utama yang saya hindari. Namun ada kalanya saya tergoda untuk menonton drama seperti itu. Beberapa membuat saya takut di awal, namun akhirnya memberanikan diri karena penasaran. Contohnya Master Sun (2013). Saya pertama menonton drama ini pada awal rilisnya, yaitu tahun 2013. Teman saya yang sudah mulai menonton merekomendasikannya kepada saya. Katanya dramanya bagus. Namun di episode pertama saya sudah disuguhi hantu-hantu yang menyeramkan, sehingga mengurungkan niat untuk menonton. Sekitar tahun 2016 akhirnya saya mencoba menonton lagi drama ini. Drama ini menampilkan Gon...