Langsung ke konten utama

Tantangan Zona 7 Bunda Sayang (Hari 1)

Assalamualaikum...


Halo teman-teman semua…

Jumpa lagi bersama saya dalam laporan tentang kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Saat ini saya memasuki zona 7. Akhirnya saya bisa menulis kembali setelah "bolos" di zona 6 karena alasan kesehatan mental yang kurang baik. Sekitar 10 hari setelah Bapak meninggal entah kenapa saya sama sekali tidak bisa menulis. Jadi dengan sangat terpaksa zona 6 saya relakan begitu saja.


Zona 7 kelas bunda sayang kali ini berbeda dengan zona-zona sebelumnya. Disini tantangan terbagi menjadi dua yaitu tugas individu dan kelompok. Kebetulan karena peserta bunda sayang dari IP Batam sedikit, kami pun bergabung dengan regional lain, IP Bontara, IP Cianjur dan IP Cirebon Raya, dalam wag kelompok 7.


Dalam zona 7 ini, kelompok kami mendapat tugas untuk membahas topik 2, yaitu Pendidikan Seksualitas Sejak Dini. Satu topik akan dibahas oleh beberapa kelompok (Untuk topik 2 ini kebetulan hanya dibahas oleh kelompok). Lalu nantinya kelompok terpilih akan tampil dalam Live FB di FBG Pantai Bentang Petualang pada hari ke-6 sampai hari ke-15. 


Nah, untuk tugas individu, hari ke-1 sampai hari ke-5, kami harus membuat ringkasan diskusi yang berjalan di wag kelompok, sedangkan hari berikutnya kami harus menulis resume dari Live FB yang tampil di FBG pada hari itu. Semoga bisa menjalani zona ini dengan lancar!


Sejak semalam teman-teman di wag kelompok 7 sibuk berdiskusi tentang apa yang akan kami bahas. Apakah akan membahas seksualitas dini secara umum atau mengambil topik khusus. Diskusi berlangsung seru, sampai akhirnya hari ini kami memilih 4 tema yang paling menarik dan melakukan voting.


Apa saja 4 tema yang kami pilih itu? Berikut pilihannya:


1. Aku dan Tubuhku

2. Aku dan Pakaianku

3. Aku, Keluarga, dan Orang di Sekitarku

4. Cara Merawat dan Menjaga Tubuh


Tema mana kira-kira yang akan terpilih? Tunggu laporan saya berikutnya besok ya. Yang pasti semua tema-tema itu menarik untuk dibahas. Mari bersemangat!!!!


Batam, 3 Maret 2021

22.54 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman. Topik minggu ini adalah " Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit ". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya. OPPA FAVORIT Opp...

Sudahkah Anda Menonton Proposal Daisakusen (2007)?

Jika berbicara tentang drama asia, sebagian besar orang akan teringat pada drama Korea yang beberapa tahun terakhir sedang berjaya. Padahal sebelum drama Korea booming , drama Jepang dan Cina/Taiwan telah dikenal lebih dahulu, khususnya di Indonesia. Setelah ketiga negara itu, drama Thailand pun mulai dikenal oleh para pecinta drama. Baca juga : Efek Samping Menonton Drama Korea Hal unik dari negara-negara ini adalah sering mengadaptasi film atau drama dari manga, manhwa dan sejenisnya, lalu ketika salah satu negara sudah membuat adaptasinya dan sukses, negara lain akan me- remake -nya. Sebut saja drama Taiwan Meteor Garden (2001), yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Setelah Meteor Garden sukses, muncullah versi-versi dari negara lain seperti Hana Yori Dango (2005) di Jepang, Boys Over Flower (2009) di Korea, dan Meteor Shower (2009) di Cina. Indonesia pun juga mendaur ulang drama ini sebanyak dua kali dengan judul Siapa Takut Jatuh Cinta. Pertama di tahun 2002 ...

Jenis Drama Korea yang Bikin "Ilfil"

Awal minggu ini masuk ke topik ke-6 tantangan WAG Drakor dan Literasi, yaitu "Drama korea yang enggan ditonton". Seperti yang sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya, saya senang menonton tayangan bergenre apapun, kecuali horor, sadis dan mengandung banyak darah. Ketiga hal itu yang paling tidak bisa saya hadapi baik dalam tontonan maupun bacaan. Drama bergenre horor adalah yang paling pertama dan utama yang saya hindari. Namun ada kalanya saya tergoda untuk menonton drama seperti itu. Beberapa membuat saya takut di awal, namun akhirnya memberanikan diri karena penasaran. Contohnya Master Sun (2013). Saya pertama menonton drama ini pada awal rilisnya, yaitu tahun 2013. Teman saya yang sudah mulai menonton merekomendasikannya kepada saya. Katanya dramanya bagus. Namun di episode pertama saya sudah disuguhi hantu-hantu yang menyeramkan, sehingga mengurungkan niat untuk menonton. Sekitar tahun 2016 akhirnya saya mencoba menonton lagi drama ini. Drama ini menampilkan Gon...