Langsung ke konten utama

Tantangan 15 hari Zona 1 Bunda Sayang (Hari 5)

Tadi pagi, ketika saya keluar rumah, saya melihat bendera merah putih yang masih terpasang di depan rumah. Lalu saya teringat kalau alasan saya belum melepasnya adalah anak saya belum mau bendera itu diturunkan. Maka saya mencoba mengangkat topik penurunan bendera tersebut sebagai bahan komunikasi produktif hari ke-5.


Temuanku hari ini

Anak menolak bendera diturunkan.


Saya kembali mengangkat topik bendera ketika menemani anak bermain.


"Sayang, bendera di depan Mami lepas, ya." Saya membuka topik.


"Kenapa harus dilepas? Gak mau. Masih pengen dipasang aja. Bagus" Begitu jawaban anak saya.


Tantangan yang kuhadapi hari ini

Menjelaskan kenapa bendera harus diturunkan.


Mendengar pertanyaan anak saya, saya pun berpikir kenapa bendera itu harus dilepas. Saya menjelaskan bahwa bendera itu hanya untuk dipasang selama bulan Agustus. Sekarang sudah bulan September jadi harus diturunkan. Tentu saja anak saya yang belum mengerti betul konsep hari tidak paham dengan konsep bulan yang saya jelaskan, dan apa hubungannya dengan bendera. Lalu saya tambahkan, punya tetangga juga sudah dilepas semua, sambil saya bawa dia melihat ke rumah para tetangga dari teras rumah. Lagi-lagi alasan itu tidak memuaskannya. Bahkan jawaban itu pun tidak memuaskan diri saya sendiri.


Saya pribadi juga berpikir "Apakah salah memasang bendera merah putih di depan rumah ketika peringatan hari kemerdekaan sudah lewat? Apakah salah jika hanya saya yang memasang bendera?" Karena saya merasa tidak ada yang salah untuk tetep memasang bendera itu, maka saya memberi waktu lebih kepada bendera itu untuk terpasang di depan rumah.


Rencanaku untuk esok hari

Tiba-tiba saja saat saya menuliskan ini saya berpikir untuk memakai alasan bendera  harus dicuci sebagai penjelasan kepada anak saya. Akan saya jadikan topik ini untuk komunikasi produktif kami berikutnya. Semoga saja bisa dia mau mengerti.


Poin komunikasi produktif hari ini

Tidak memaksakan kehendak kepada anak jika belum menemukan alasan yang logis dan bisa dimengerti. Apalagi untuk hal-hal yang sifatnya tidak mendesak seperti penurunan bendera tersebut.


Bintangku hari ini


⭐⭐⭐⭐


Saya tetap memberi diri saya 4 bintang meskipun belum berhasil membujuk anak agar bendera di depan rumah boleh diturunkan. Setidaknya saya bisa menghargai keinginannya karena keinginannya itu bukan sesuatu yang salah.


#harike-5

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang 

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman. Topik minggu ini adalah " Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit ". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya. OPPA FAVORIT Opp...

Sudahkah Anda Menonton Proposal Daisakusen (2007)?

Jika berbicara tentang drama asia, sebagian besar orang akan teringat pada drama Korea yang beberapa tahun terakhir sedang berjaya. Padahal sebelum drama Korea booming , drama Jepang dan Cina/Taiwan telah dikenal lebih dahulu, khususnya di Indonesia. Setelah ketiga negara itu, drama Thailand pun mulai dikenal oleh para pecinta drama. Baca juga : Efek Samping Menonton Drama Korea Hal unik dari negara-negara ini adalah sering mengadaptasi film atau drama dari manga, manhwa dan sejenisnya, lalu ketika salah satu negara sudah membuat adaptasinya dan sukses, negara lain akan me- remake -nya. Sebut saja drama Taiwan Meteor Garden (2001), yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Setelah Meteor Garden sukses, muncullah versi-versi dari negara lain seperti Hana Yori Dango (2005) di Jepang, Boys Over Flower (2009) di Korea, dan Meteor Shower (2009) di Cina. Indonesia pun juga mendaur ulang drama ini sebanyak dua kali dengan judul Siapa Takut Jatuh Cinta. Pertama di tahun 2002 ...

Jenis Drama Korea yang Bikin "Ilfil"

Awal minggu ini masuk ke topik ke-6 tantangan WAG Drakor dan Literasi, yaitu "Drama korea yang enggan ditonton". Seperti yang sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya, saya senang menonton tayangan bergenre apapun, kecuali horor, sadis dan mengandung banyak darah. Ketiga hal itu yang paling tidak bisa saya hadapi baik dalam tontonan maupun bacaan. Drama bergenre horor adalah yang paling pertama dan utama yang saya hindari. Namun ada kalanya saya tergoda untuk menonton drama seperti itu. Beberapa membuat saya takut di awal, namun akhirnya memberanikan diri karena penasaran. Contohnya Master Sun (2013). Saya pertama menonton drama ini pada awal rilisnya, yaitu tahun 2013. Teman saya yang sudah mulai menonton merekomendasikannya kepada saya. Katanya dramanya bagus. Namun di episode pertama saya sudah disuguhi hantu-hantu yang menyeramkan, sehingga mengurungkan niat untuk menonton. Sekitar tahun 2016 akhirnya saya mencoba menonton lagi drama ini. Drama ini menampilkan Gon...