Langsung ke konten utama

Tantangan Zona 2 Bunda Sayang (Hari 8)

 ☘️ Temuanku

Kembali pada melatih kemandirian untuk merapikan mainannya sendiri.


☘️ Strong why


Ingin anak terlatih untuk merapikan mainan setelah bermain.


☘️ Strategi untuk melatih kemandirian


Memberikan contoh bagaimana cara merapikan dan kemana harus meletakkan mainan-mainannya. Jika anak enggan merapikan sendiri, saya ajak membereskan berdua.


☘️ Sukses apa aku hari ini


Anak mau merapikan semua mainan yang sudah digunakan termasuk buku-buku yang telah dibaca. Sebelum tidur pun dia membereskan spidol-spidol yang dia pakai mewarna sesaat sebelum jam tidur siang.


☘️ Tantanganku hari ini


Ketika mainan terlalu banyak, dia bingung mulai darimana, sehingga saya membantu dengan memberi arahan.


☘️ Ingin sukses apa esok hari


Anak bisa mengembalikan mainan di tempat yang seharusnya.


☘️ Rasaku hari ini


Senang.


☘️ Respon ananda


Bersemangat.


Membereskan spidol ke dalam wadah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringkat Teratas Oppa, Unnie, dan Dongsaeng Favorit

Bulan Agustus ini, jumlah tantangan Drakor dan Literasi dikurangi menjadi 5 topik saja, setelah dua bulan sebelumnya kami menulis 10 topik setiap bulannya. Tampaknya kami mulai mencapai titik jenuh. Menulis topik yang sama terus menerus ternyata juga bisa membuat kita kehabisan ide. Belum lagi isi blog jadi penuh dengan bahasan tentang drama Korea. Bagi yang blognya dikhususkan untuk tema tersebut tidak masalah, tapi bagi yang lain mungkin sedikit kurang nyaman. Topik minggu ini adalah " Oppa/Unnie/Dongsaeng Favorit ". Sebetulnya tidak ada aktor maupun aktris Korea yang benar-benar menjadi favorit saya, atau seringkali disebut dengan Bias. Namun ada beberapa diantara mereka yang sering saya tonton dramanya dan saya suka aktingnya, bahkan terkadang sampai ada perasaan "Kalau dia yang bermain drama atau film, saya harus menontonnya". Mari kita sebut saja sebagai favorit saya, dan inilah urutan tiga teratas dari oppa, unnie dan dongsaeng favorit saya. OPPA FAVORIT Opp...

Sudahkah Anda Menonton Proposal Daisakusen (2007)?

Jika berbicara tentang drama asia, sebagian besar orang akan teringat pada drama Korea yang beberapa tahun terakhir sedang berjaya. Padahal sebelum drama Korea booming , drama Jepang dan Cina/Taiwan telah dikenal lebih dahulu, khususnya di Indonesia. Setelah ketiga negara itu, drama Thailand pun mulai dikenal oleh para pecinta drama. Baca juga : Efek Samping Menonton Drama Korea Hal unik dari negara-negara ini adalah sering mengadaptasi film atau drama dari manga, manhwa dan sejenisnya, lalu ketika salah satu negara sudah membuat adaptasinya dan sukses, negara lain akan me- remake -nya. Sebut saja drama Taiwan Meteor Garden (2001), yang diadaptasi dari manga Jepang berjudul Hana Yori Dango. Setelah Meteor Garden sukses, muncullah versi-versi dari negara lain seperti Hana Yori Dango (2005) di Jepang, Boys Over Flower (2009) di Korea, dan Meteor Shower (2009) di Cina. Indonesia pun juga mendaur ulang drama ini sebanyak dua kali dengan judul Siapa Takut Jatuh Cinta. Pertama di tahun 2002 ...

Dunia Kita Tidak Jauh Berbeda Dengan Dunia Komik

Topik 18 dari tantangan wag Drakor dan Literasi awal minggu ini adalah " Scene Drakor yang Bikin Dejavu (Serasa Pengalaman Sendiri)". Awalnya bingung adegan apa yang mirip pengalaman saya sendiri, namun dari drama Extraordinary You (2019), yang baru saya tamatkan kemarin, saya menemukan banyak sekali adegan yang membuat saya dejavu . Baca juga : Review Drama Korea Extraordinary You Garis besar cerita yang diangkat dalam drama Extraordinary You ini membuat saya teringat hidup saya sendiri, juga manusia-manusia lain di dunia ini. Mengikuti setiap episodenya membuat saya berpikir hidup kita laksana dunia dalam komik. Penulis yang disebut-sebut dalam drama ini seperti gambaran tentang Sang "Penulis" hidup, yaitu Tuhan. Sedangkan manusia adalah tokoh-tokoh yang diciptakan oleh-Nya. Hal-hal yang terjadi di dunia ini berjalan seperti apa yang Dia kehendaki. Bahkan katanya, garis hidup kita sudah ditentukan bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini. Mirip dengan apa yang di...