Langsung ke konten utama

Tantangan Zona 7 Bunda Sayang (Hari 8)

Assalamualaikum...


Hari ini materi disampaikan oleh kelompok 12 dari regional Depok. Topik yang diangkat adalah "Peran Orang Tua dalam Membangun Fitrah Seksualitas". 


Apakah yang dimaksud dengan fitrah? Fitrah adalah sesuatu yang dibawa seseorang semenjak lahir. Fitrah adalah pemberian dari Tuhan kepada manusia. Ada 8 macam klasifikasi fitrah pada manusia, antara lain:


- Fitrah keimanan

- Fitrah perkembangan

- Fitrah bahasa dan estetika

- Fitrah jasmani

- Fitrah seksualitas

- Fitrah individualitas dan sosialitas

- Fitrah belajar

- Fitrah bakat


Lalu apakah fitrah seksualitas itu? Fitrah seksualitas adalah cara seseorang berpikir, bersikap dan merasa sesuai dengan fitrahnya sebagai laki-laki atau perempuan.


Kehadiran kedua orang tua dalam masa pertumbuhan anak, dari sejak lahir hingga akil baligh sangat penting bagi perkembangan fitrah seksualitasnya karena anak bisa belajar secara seimbang dari ayah dan ibunya.


Banyak kasus menunjukkan bahwa anak yang tidak tumbuh bersama kedua orang tuanya lebih rentang mengalami depresi serta penyimpangan seksual. Walaupun mungkin tidak semua seperti ini.


Mari dampingi anak-anak kita dalam setiap tahap pertumbuhannya karena anak adalah titipan Allah yang menjadi tanggung jawab kita untuk membimbingnya. Semoga kita semua dimampukan dan dimudahkan jalannya untuk membersamai anak-anak kita. Dan semoga Allah terus menjaga keluarga kita tetap lurus dijalan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis Drama Korea yang Bikin "Ilfil"

Awal minggu ini masuk ke topik ke-6 tantangan WAG Drakor dan Literasi, yaitu "Drama korea yang enggan ditonton". Seperti yang sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya, saya senang menonton tayangan bergenre apapun, kecuali horor, sadis dan mengandung banyak darah. Ketiga hal itu yang paling tidak bisa saya hadapi baik dalam tontonan maupun bacaan. Drama bergenre horor adalah yang paling pertama dan utama yang saya hindari. Namun ada kalanya saya tergoda untuk menonton drama seperti itu. Beberapa membuat saya takut di awal, namun akhirnya memberanikan diri karena penasaran. Contohnya Master Sun (2013). Saya pertama menonton drama ini pada awal rilisnya, yaitu tahun 2013. Teman saya yang sudah mulai menonton merekomendasikannya kepada saya. Katanya dramanya bagus. Namun di episode pertama saya sudah disuguhi hantu-hantu yang menyeramkan, sehingga mengurungkan niat untuk menonton. Sekitar tahun 2016 akhirnya saya mencoba menonton lagi drama ini. Drama ini menampilkan Gon...

Mirip dengan Bahasa Indonesia, 5 Kata Ini Sering Ada di Drama Korea

Kembali pada topik Korea! Topik yang akan kita bahas dalam tulisan ini adalah " Kosa Kata Korea yang Terbawa Dalam Kegiatan Sehari-Hari ". Awal saya bersinggungan dengan bahasa Korea adalah saat menonton drama bajakan yang saya terima dari teman-teman saya. Kala itu menonton drama korea tidak semudah sekarang yang tinggal download atau streaming melalui aplikasi. Dulu, pertama kali menonton drama berbahasa Korea, rasanya sungguh aneh. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan versi dubbing bahasa Indonesia. Namun dengan bertambahnya jam terbang, saya malah merasa nyaman dengan bahasa Korea tersebut. Jika menonton dalam bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, rasanya kurang nyaman. Salah satu hal positif yang kita dapat dari menonton drama berbahasa Korea adalah bisa sekaligus belajar tentang bahasanya (Selain kita juga bisa tahu suara asli aktor dan aktrisnya). Meskipun belum banyak kosakata yang saya kuasai, namun beberapa sering terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Terutam...

Semua Unik, Semua Asyik

Wohooo!!! Akhirnya sampai juga di topik ke-15. Sudah setengah jalan dari total 30 topik yang akan dibahas. Apakah topik ke-15 itu? Penasaran? Jawabannya adalah "Kamu tim Drama Ongoing atau Drama Completed ?". Sebetulnya jawabannya mudah saja kan. Tinggal pilih salah satu atau keduanya. Tapi karena ada batasan minimal menulis 300 kata, izinkan saya berbasa-basi dulu sebelum sampai pada kesimpulan. 😁 Dulu, sebelum era  internet merajalela, sudah bisa dipastikan saya selalu menonton drama secara ongoing di televisi. Memang menonton seperti ini membuat penasaran, namun saya juga jadi lebih disiplin dengan waktu. Drama tersebut pasti tayang di hari dan jam yang sama. Ada yang tayang setiap hari, ada yang seminggu sekali, dan lain sebagianya. Tergantung kebijakan masing-masing stasiun televisi. Dari sinilah saya belajar mengelola waktu, agar saat drama tersebut tayang, saya bisa menonton dengan bebas tanpa gangguan tugas-tugas yang lainnya, seperti PR atau pekerjaan rumah. Ibu s...